Minggu, 14 April 2019

Dzikir Al Ma'surat Pagi dan Petang

أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم
“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk”.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ(1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ(2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ(3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ(4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ(5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ(6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ(7). الفاتحة
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. Al Fatihah

الم(1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ(2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ(4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ(5). البقرة : 1-5
“Alif Laam Miim. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung”. QS. Al Baqarah, 2: 1-5

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ(255) لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَاوَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ(256) اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ(257). البقرة : 255-257
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. QS. Al Baqarah, 2: 255-257

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(284) ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ(285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ(286). البقرة : 284-286
“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta`at”. (Mereka berdo`a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

بسم الله الرحمن الرحيم. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1) اللَّهُ الصَّمَدُ(2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4). الإخلاص X3
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”. QS. Al Ikhlash, 112 (3x)

بسم الله الرحمن الرحيم. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ(1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ(2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ(3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ(4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ(5). الفلق X3
“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. QS. Al Falaq, 113 (3x)

بسم الله الرحمن الرحيم. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ(1) مَلِكِ النَّاسِ(2) إِلَهِ النَّاسِ(3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ(4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ(5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ(6). الناس X3ةونخون89
“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. dari llnkhiukejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia”. QS. An Naas, 114 (3x)

=================================================================
PAGI
اَصْبَحْنَا وَاَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لاَشَرِيْكَ لَهُ لاَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ. X3
“Kami berpagi hari dan berpagi hari pula kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia dan kepada-Nya tempat kembali”. (3x)

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَكَلِمَةِ الإِخْلاَصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَهِيْمَ حَنِيْفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. X3
“Kami berpagi hari di atas fitrah Islam, di atas kalimat ikhlash, di atas agama nabi Muhammad SAW, dan di atas milah (agama) bapak kami; Ibrahim yang hanif. Dan ia bukan termasuk golongan orang-orang yang musyrik”. (3x)

اَللَّهُمَّ أَصْبَحْنَا مِنْكَ فِيْ نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ فَاَتِمَّ عَلَيَّ نِعْمَتَكَ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. X3
“Ya Allah, sesungguhnya kami berpagi hari dari-Mu dalam kenikmatan, kesehatan dan perlindungan. Maka sempurnakanlah bagi kami kenikmatan, kesehatan dan perlindungan-Mu di dunia dan akhirat”. (3x)

اَللَّهُمَّ مَاأَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الِشُّكْرُ. X3
“Ya Allah, segala kenikmatan yang berpagi hari (terjadi) bersamaku atau bersama salah satu dari makhluk-Mu, adalah dari-Mu semata; tiada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu rasa syukur”. (3x)

SORE
اَمْسَيْنَا وَاَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لاَشَرِيْكَ لَهُ لاَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَإِلَيْهِ الْمَصِيْرُ. X3
“Kami bersore hari dan berpagi hari pula kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia dan kepada-Nya tempat kembali”. (3x)

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَكَلِمَةِ الإِخْلاَصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَهِيْمَ حَنِيْفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. X3
“Kami bersore hari di atas fitrah Islam, di atas kalimat ikhlash, di atas agama nabi Muhammad SAW, dan di atas milah (agama) bapak kami; Ibrahim yang hanif. Dan ia bukan termasuk golongan orang-orang yang musyrik”. (3x)

اَللَّهُمَّ أَمْسَيْنَا مِنْكَ فِيْ نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ فَاَتِمَّ عَلَيَّ نِعْمَتَكَ
وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. X3
“Ya Allah, sesungguhnya kami bersore hari dari-Mu dalam kenikmatan, kesehatan dan perlindungan. Maka sempurnakanlah bagi kami kenikmatan, kesehatan dan perlindungan-Mu di dunia dan akhirat”. (3x)

اَللَّهُمَّ مَاأَمْسَى بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ
لاَشَرِيْكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الِشُّكْرُ. X3
“Ya Allah, segala kenikmatan yang bersore hari (terjadi) bersamaku atau bersama salah satu dari makhluk-Mu, adalah dari-Mu semata; tiada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu rasa syukur”. (3x)

=================================================================
يَا رَبِّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. X3
“Ya Rabbi, bagi-Mu segala puji sebagaimana seyogyanya bagi kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu”. (3x)

رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإِشْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدً نَبِيًّا وَرَسُوْلاً. X3
“Aku rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul”. (3x)

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَتِهِ. X3
“Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, sejumlah makhluk-Nya, serela diri-Nya, seberat ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta (bagi) kalimah-Nya”. (3x)

بِسْمِ اللَّهِ لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. X3
“Dengan nama Allah, ysng bersama nama-Nya tidak akan membahayakan sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (3x)

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نِعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَنَعْلَمُهُ. X3
“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami mohon ampun kepada-Mu untuk sesuatu yang tidak kami ketahui”. (3x)

أَعُوْذَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. X3
“Aku berlindung dengan kalimat Allah Yang Maha Sempurna, dari kejahatan (makhluk) yang Ia ciptakan”. (3x)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الْدَيْنِ وَقَهْرِالْرِّجَالِ . X3
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, serta dari beban hutang dan kesewenang-wenangan orang lain”. (3x)

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ . X3
“Ya Allah, sehatkanlah badanku; ya Allah, sehatkanlah pendengaranku; ya Allah, sehatkanlah penglihatanku”. (3x)

اَللَّهُمَّ إِنِّ أَعُوْذَ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ اَللَّهُمَّ إِنِّ أَعُوْذَ بِكَ مِنْ عَذَابِ َالْقَبْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. X3
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau”. (3x)

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَاسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ. X3
“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu, semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan perbuatanku. Aku mengakui banyaknya nikmat-Mu (yang Engkau anugerahkan) kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosa kecuali Engkau”. (3x)

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ. X3
“Aku mohon ampunan kepada Allah, yang tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Hidup Kekal dan sesantiasa mengurus (makhluk-Nya) dan kepada-Nya aku bertaubat”. (3x)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. X10
“Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau berikan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Berikanlah barakah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana telah Engkau berikan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, di alam ini. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia”. (10x)

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. X100
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar”. (100x)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. X3
“Tiada Tuhan melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu”. (3x)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ. X3
“Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”. (3x)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الأُمِّيَِّ وَعَلَىْ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا عَدَدَ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَخَطَّ بِهِ قضلَمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ سَادَتَنَا أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
“Ya Allah, berikanlah shalawat kepada nabi Muhammad sebagai; hamba-Mu; nabi yang ummi. Juga kepada keluarga dan para shahabatnya serta berilah keselamatan sebanyak yang terjangkau oleh ilmu-Mu; yang tergores oleh pena-Mu, yang terangkum oleh kitab-Mu. Ridhailah ya Allah, para pemimpin kami: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, serta semua shahabat, semua tabi’in dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka sampai hari pembalasan. Maha Suci Tuhan-mu; Tuhan kemuliaan, dari apa-apa yang mereka sifatkan. Dan keselamatan semoga tercurah kepada para utusan dan segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam”.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(26) تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ(27). آل عمران : 26-27
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).“ QS. Ali Imran, 3: 26-27

اللَّهُمَّ إِنَكَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذِهِ اْلقُلُوْبَ قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَى مَحَبَّتِكَ وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيْعَتِكَ فَوَثِّقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا وَاَدِّمْ وُدَّهَا وَاهُدِهَا سُبُوْلَهَا وَامْلَأْهَا بِنُوْرِكَ الَّذِيْ لاَ يَخْبُوْ وَاشْرَحْ صُدُرَهَا بِفَيْضِ الْإِيْمَانِ بِكَ وَجَمِيْلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ وَاَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ وَاَمِتْهَا عَلَى شَهَادَةِ فِيْ سَبِيْلِكَ إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْم النَّصِيْرُ, اَللَّهُمَّاَمِيْنض. وَصَلِّ اللَّهُمََّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Tahu bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam kecintaan kepada-Mu, telah berjumpa dalam menaati-Mu, telah bersatu dalam da’wah kepada-Mu, telah terjalin dalam membela syari’at-Mu. Maka teguhkanlah, ya Allah, ikatannya; kekalkanlah kasih sayangnya; tunjukilah jalan-jalannya; penuhilah hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah sirna; lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan indahnya kepasrahan kepada-Mu; dan matikanlah ia di atas kesyahidan di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah, kabulkanlah. Dan, curahkanlah kesejahteraan dan kedamaian kepada baginda kami Muhammad SAW., serta kepada keluarga dan para shahabat beliau”.

Sumber :
https://hypnoturbulence.wordpress.com/2011/09/27/al-matsurat-sughra/?unapproved=953&moderation-hash=245fb10de5d07c43e7d63d28c9a96cd9#comment-953

Rabu, 03 April 2019

KONSEP DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA

KONSEP DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
              Mata Kuliah         : Teknologi Pendidikan
Dosen Pengampu : Turno, M.Pd.


Disusun oleh:
1.Diky Yusuf Setiyadi(2117380)
2.Nur Kholish         (2117317)

Kelas L

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
2019

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik dibidang ekonomi, politik, kebudayaan seni dan bahkan di dunia pendidikan. Dunia pendidikan harus mau mengadakan inovasi yang positif untuk kemajuan pendidikan dan sekolah. Tidak hanya inovasi dibidang kurikulum, sarana-prasarana, namum inovasi yang menyeluruh dengan menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan pendidikan. 
Teknologi merupakan salah satu pemecahan masalah dalam dunia pendidikan, karena dapat menembus batas ruang dan waktu. Integrasinya pun makin kuat pada masa globalisasi teknologi dapat menjadi sarana penyelenggaraan pendidikan di Indonesia yang sangat memiliki berbagai pulau yang berjauhan dan terpisah-pisah serta ragam budaya. Pemecahan masalah tersebut merupakan salah satu kepentingan dari teknologi pendidikan.
Sekolah harus merespon perkembangan dunia teknologi yang semakin canggih yang menyediakan segudang ilmu pengetahuan yang baru dan lama. Pembelajaran di sekolah perlu menggunakan serangkaian peralatan elektronik yang mampu bekerja lebih efektif dan efisien. Walaupun demikian, peran guru tetap dibutuhkan di kelas, sebagai desainer, motivator, pembimbing, dan sebagainya dan tentunya sebagai sosok individu harus tetap dihormati. Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu kebutuhan karena dengan penggunaannya diharapkan adanya peningkatan mutu belajar atau mengajar, peningkatan produktivitas atau efisiensi dan akses, peningkatan sikap belajar yang positif, pengembangan professional dan adanya peningkatan profil atau pengenalan Dengan demikian diharapkan sekolah mengalami perubahan-perubahan yang sesuai dengan tuntutan global.

B.Rumusan Masalah
1.Apa pengertian teknologi pendidikan?
2.Bagaimana sejarah perkembangan teknologi pendidikan?
3.Apa definisi konseptual teknologi pendidikan?
4.Apa peran dan fungsi teknologi pendidikan?

C.Tujuan
1.Mengetahui pengertian teknologi pendidikan.
2.Mengetahui sejarah perkembangan teknologi pendidikan.
3.Mengetahui definisi konseptual teknologi pendidikan.
4.Mengetahui peran dan fungsi teknologi pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Teknologi Pendidikan
Istilah teknologi berasal dari kata techne tata cara dan logos tata pengetahuan. Secara harfiah teknologi dapat diartikan dengan pengetahuan. Sehingga pengertian teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat, metode, atau dengan sistem tertentu. Teknologi merupakan sistem yang diciptakan manusia untuk suatu tujuan tertentu.
Sedangkan menurut Definisi AECT ( Association for Education Communication Technologi) 1977, Tekonologi pendidikan adalah Proses komplek yang terintegrasi meliputi orang , prosedur, gagasan, sarana, dan oraganisasi untuk menganalisa masalah, merancang melaksanakan , menilai, dan mengelola, pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia.
Istilah teknologi pendidikan sering dihubungkan dengan teori belajar dan pembelajaran. Bila teori belajar dan pembelajaran mencakup proses dan sistem dalam belajar dan pembelajaran, teknologi mencakup sistem lain yang digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia. Secara umum teknologi pembelajaran dapat diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran disamping guru, buku teks, dan papan tulis. 
Dari pengertian teknologi diatas dapat diketahui bahwa munculnya teknologi berawal dari kebutuhan dan pekerjaan manusia yang semakin meningkat namun tidak adanya hal yang dapat membantu terlaksananya pekerjaan itu, pada saat itulah teknologi muncul sebagai solusi dari permasalahan yang butuh penanganan. Teknologi telah membantu kita dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan didalamnya. 
Teknologi pendidikan merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.
B.Sejarah Perkembangan Teknologi Pendidikan
1.Masa-masa awal
Menurut Finn, kebudayaan kita adalah kebudayaan yang menghasilkan pengetahuan dan kebudayaan itu lahir pada masa revolusi industri kedua, yang merupakan abad otomatisasi dan abad tenaga atom. Teknologi instruksional mempunyai hubungan dengan perkembangan itu, dan dapat dikatakan telah dimulai pada awal tahun 1920-an. 
Pada tahun 1920-an sebagai awal teknologi pendidikan. Pembahasan diawali dengan adanya gerakan serta definisi formal pertama yang berhubungan dengan teknologi pendidikan, yaitu pengajaran visual.
2.Pembelajaran visual
Yang dimaksud dengan alat visual yaitu gambar, model, objek, atau alat-alat yang dipakai untuk menyajikan pengalaman konkrit melalui visualisasi kepada siswa dengan tujuan untuk (1) memperkenalkan, menyusun, memperkaya atau memperjelas konsep-konsep yang abstrak, (2) mengembangkan sikap yang diinginkan, dan (3) mendorong timbulnya kegiatan siswa lebih lanjut.
Aliran pembelajaran visual didasarkan pada konsep penggunaan bahan visual untuk membuat lebih konkrit konsep abstrak yang diajarkan. Disamping konsep “membuat konkrit” ini, aliran pembelajaran visual menambahkan dua konsep yang masih bermanfaat hingga sekarang. Pertama, aliran tersebut memperkenalkan gagasan untuk mengklasifikasikan jenis alat-alat bantu visual dan tidak sekedar mendaftar saja. Kedua, menekankan pentingnya pengintegrasian bahan visual ke dalam kurikulum bukannya dipakai secara terpisah-pisah.
3.Dari pembelajaran visual ke pembelajaran audio-visual
Pembelajaran audio visual menunjuk pada beberapa macam perangkat keras yang dipakai guru untuk menyampaikan ide dan pengalaman melalui mata dan telinga. Pembelajaran audio visual memberikan tekanan pada pengalaman konkrit atau non-verbal dalam proses belajar.
Perkembangan pada taraf ini dipengaruhi oleh adanya perkembangan di luar pendidikan sendiri. Yang pertama adanya “Mass Production Technology” dimana dapat diproduksi peralatan dan bahan dalam jumlah yang besar, sehingga muncullah mesin yang digunakan di bidang pendidikan, seperti kamera, proyektor, dan filmnya. Yang kedua pengalaman yang diperoleh dalam kalangan angkatan bersenjata Amerika, dalam rangka persiapan personal untuk Perang Dunia II, pada masa itu peralatan yang membantu pelaksanaan latihan perang dikembangkan, seperti simulator, teaching machine, proyektor film, dan lain-lain.
Satelit Domestik
Palapa dibangun pada tahun 1975 yang merupakan suatu sistem satelit komunikasi yang dikendalikan oleh sistem pengendali yang ada di bumi yang memiliki fungsi sebagai sarana dalam berbagai aktifitas komunikasi. 
Beberapa contoh alat-alat yang termasuk dalam area sistem komunikasi satelit domestik:
Radio
Penemu radio pertama kali diawali dengan ditemukannya alat telegraf tanpa kawat oleh Guilermo Marconi, yang kemudian dapat dikembangkan menjadi radio. Hal ini terbantu oleh berhasil ditemukannya teori pembangkit gelombang elektromagnetik di tahun 1846.
Televisi
Pertama kali diperkenalkan oleh George Carey pada tahun 1875 yang dikenal dengan sebutan televisi mekanis. Penemuan televisi didukung oleh adanya penemuan-penemuan alat elektronik. Di Indonesia, televisi diperkenalkan pada tahun 1962, siaran televisi pertama di Indonesia deberi nama Televisi Republik Indonesia yang berfungsi untuk meliput pertandingan-pertandingan yang diadakan dalam Asian Games.
Telepon 
Pertama kali ditemukan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876. Melalui telepon, manusia bisa melakukan transaksi dan interaksi dengan orang lain yang dipisahkan dengan jarak dan tempat yang berbeda, hanya dengan mendengarkan suara dari alat telekomunikasi yang berupa telepon.
Internet 
Internet merupakan pengembangan drai teknologi komputer. Dengan internet, manusia dapat mmemperoleh informasi-informasi aktual di dunia serta dapat melakukan komunikasi dengan orang lain walaupun mereka sebelumnya tidak saling mengenal. Melalui internet, kita dapat mengirim dan menerima informasi dari orang lain.
4.Dari pembelajaran audio visual ke teori komunikasi
Menurut Hoban, pendekatan yang lebih bermanfaat untuk memahami dan meningkatkan efisiensi dalam bidang audiovisual tampaknya terletak pada teori komunikasi.
Orientasi teknologi pendidikan pada komunikasi mengubah kerangka teori bidang itu. Perhatian tidak lagi dipusatkan pada “benda-benda” dalam bidang itu, melainkan kepada seluruh proses komunikasi informasi mulai dari sumber (baik itu guru maupun bahan) sampai ke penerima atau sasaran (si belajar).
Model yang diciptakan teoritisi komunikasi merupakan model proses yang dinamis, yaitu menunjukkan unsur-unsur yang terlibat dalam proses itu dan saling hubungan diantarany. Jadi, melibatkan lebih banyak daripada sekedar bahan yang dipakai untuk menyajikan pesan.
Ditinjau dari segi komunikasi, si belajar (penerima) dan guru atau bahan (sumber) menjadi bagian integral dari teknologi pendidikan. Kedua unsur tersebut tidak dipandang sebagai suatu yang ada di luar bidang teknologi pendidikan.
Kelima macam indera dianggap sebagai bagian dari proses komunikasi, suatu konsep yang lebih menyeluruh daripada “pengalaman mata dan telinga” dalam aliran audio visual. Semua jenis pesan yang menggunakan semua jenis kode (baik yang verbal, simbolik, maupun yang dapat diraba), serta wujud konkrit yang terdapat dalam aliran audio visual, dipandang sebagai bagian dari proses komunikasi, oleh karenanya juga menjadi bagian dari teknologi pendidikan.
5.Dari pembelajaran audiovisual ke konsep sistem awal
Konsep sistem dalam teknologi pendidikan menganggap sistem sebagai produk, tetapi bukan sebagai yang terpisah-pisah seperti pada konsepsi bahan audiovisual, melainkan sebagai produk yang lengkap, tersusun dan terintegrasi sedemikian rupa hingga memungkinkan terjadinya pembelajaran secara lengkap.
Konsep sistem awal yang berorientasi pada produk ini, paling jelas tampak pada faham yang memadukan pengajaran individual dan massal, dengan pengajaran yang konvensional dalam suatu sistem instruksional yang menggunakan konsep “kotak hitam”, yaitu apabila proses instruksional dapat dipecah-pecah menjadi unsur-unsur (a) teknik penyajian untuk massa, (b) pengajaran individual yang berlangsung dengan mesin, (c) interaksi manusia, (d) belajar individual, dan (e) masa-masa kreatif, maka unsur-unsur tersebut diperlakukan sebagai “kotak hitam” sistem instruksional. Untuk setiap masalah instruksional kita perlu menciptakan sistem yang tepat yang dirancang untuk mencapai tujuan yang sudah disepakati.
Konsep sistem awal dari teknologi pendidikan telah memperkenalkan beberapa konsep baru yang penting dalam bidang yang bersangkutan. Pertama, ditegaskan bahwa unit dasar  atau produk bidang tersebut bukanlah bahan yang terpisah-pisah melainkan sistem instruksional yang lengkap. Konsep kedua yang ada hubungannya, memandang masing-masing bahan sebagai komponen sistem, dan bukan sesuatu alat bantu guru yang terpisah-pisah.
Ketiga, konsep ini menunjukkan bahwa sistem instruksional berlangsung karena adanya suatu alasan. Integrasi komponen-komponen ke dalam sistem harus dirancang. Tidaklah cukup dengan sekedar menyatakan bahan-bahan harus diintegrasikan ke dalam kurikulum. Konsep sistem dengan jelas menyatakan bahwa pengintegrasian itu harus berlandaskan masalah dan tujuan instruksional. Oleh karena itu dalam sistem instruksional bahan perlu dirancang sebagai komponen untuk digunakan secara sistematis, dalam situasi instruksional tertentu.  
6.Komunikasi audiovisual: perpaduan komunikasi dan konsep sistem awal
Komunikasi audiovisual itu melaksanakan: (a) penelitian tentang keunikan dan kelebihan relatif dari pesan-pesan yang menggunakan gambar dan yang non-representatif yang dapat digunakan untuk segala tujuan dalam proses belajar, dan (b) penyusunan dan pengaturan pesan oleh orang dan instrumen dalam lingkungan pendidikan. 
Tujuan praktisnya yaitu efisiensi pemanfaatan setiap metode dan media komunikasi yang dapat menyumbang pengembangan potensi si-belajar secara penuh. 
Definisi ini, sebagai definisi resmi oleh DAVI (Department of Audio Visual Instruction dari The National Education Association) tahun 1963, merupakan suatu perubahan penting dalam paradigma dalam teknologi pendidikan, yaitu dari penekanan pada bahan audiovisual sebagai alat bantu yang memberikan pengalaman konkrit, ke arah penekanan pada proses komunikasi yang lengkap dan pemanfaatan sistem pembelajaran yang lengkap.
Orientasi bidang ini yang semula terletak pada “benda, indera, dan ujud konkrit”, digantikan dengan konsep proses. “Konsep proses menentukkan saling hubungan antara peristiwa sebagai sesuatu yang dinamik dan berkelanjutan , semua unsur dalam proses saling berinteraksi dan saling mempengaruhi”.
Dapat disimpulkan bahwa “teori belajar dan teori komunikasi menawarkan konsep-konsep dasar bagi definisi bidang teknologi instruksional”
7.Peralihan dari stimuli ke perilaku dan penguatan
Sampai saat ini mengajar dianggap sekedar pengaturan kemungkinan penguatan. Kejadian belajar terjadi dengan adanya kemungkinan penguatan, yang mengandung tiga variabel, yaitu (1) suatu kesempatan untuk terjadinya perilaku, (2) perilaku itu sendiri, (3) akibat perilaku itu.
Kerangka teoritik tentang teknologi pendidikan dari sundut pandangan komunikasi audiovisual lebih memberikan perhatian pada stimuli, atau pesan yang disampaikan kepada si-belajar. Sedangkan fakta tentang adanya tanggapan si-belajar dan umpan balik atas tanggapan itu, hanya disinggung secara sepintas.
8.Pemanfaatan peralatan
Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa peranan guru selaku mekanisme penguat, sudah tidak berlaku lagi. Aliran perilaku berpendapat bahwa peralatan diperlukan bukan sebagai alat penyaji, tetapi untuk penguat. Kecuali itu juga diajukan bahwa untuk tujuan tertentu, peralatan dapat dan perlu menggantikan peranan guru.
9.Dari presentasi  bahan ke mesin  pengajar dan pembelajaran terprogram
Alat bantu audiovisual melengkapi dan bahkan dapat melakukan salah satu fungsi guru, yaitu menyajikan bahan pelajaran kepada si-belajar, tetapi pada fungsi yang lain , alat-alat itu tidak atau sedikit saja sumbangannya. Untuk menimbulkan perilaku khusus, peralatan itu harus dihubungkan dengan perilaku si-belajar melalui cara tertentu, prinsip yang mendasari belajar, menurut Skinner:
a.Perkuat respon siswa secepatnya dan sesering mungkin 
b.Berikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri
c.Perhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang koheren dan terkendalikan
d.Diperlukan adanya partisipasi dengan memberikan jawaban.
Mesin pengajar Skinner dan aliran pembelajaran terprogram yang mengikutinya, merupakan aplikasi konsep yang menginginkan agar peralatan dan bahan itu bukan sekedar untuk menyajikan informasi; peralatan dan bahan itu perlu dihubungkan dengan perilaku siswa. 

C.Definisi Konseptual Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan adalah proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi, untuk menganalisis masalah, mencari cara/jalan pemecahan masalah yang berkenaan dengan semua aspek belajar manusia. Dalam teknologi pendidikan, pemecahan masalah itu nampak dalam bentuk semua Sumber belajar yang didisain, dan/atau dipilih dan/atau di manfaatkan. Untuk keperluan belajar ; sumber-sumber ini meliputi Pesan, Orang, Bahan, Alat, Teknik, Dan latar (setting/ lingkungan). Proses analisis masalah, dan mencari jalan pemecahan, mengimplementasikan/ pelaksanaan dan mengevaluasi pemecahan disebut sebagai Fungsi pengembangan pendidikan dalam bentukRiset-Teori, desain, Produksi, Evaluasi-seleksi, Logistik, dan Pemanfaatan dan Penyebarluasan. Proses pengarahan atau koordinasi satu atau lebih fungsi ini diindentifkasi sebagai Fungsi Pengelolaan Pendidikan meliputi Pengelolaan Organisasi dan Pengelolaan Personal. 
      Komponen Sumber Belajar / Sistem intruksional
Sumber belajar (untuk teknologi Pendidikan) yaitu semua sumber (yang meliputi data, orang , dan barang ) yang mungkin digunakan oleh si-belajar baik secara sendiri-sendiri maupun dalam bentuk gabungan, biasanya dalam situasi informal, untuk memberi kemudahan dalam belajar. Sumber-sumber itu meliputi pesan , Orang, Bahan, Alat, Teknik, dan Latar. Ada dua jenis sumber belajar: (a) sumber yang  didesain  yaitu sumber-sumber yang secara khusus dikembangkan sebagai “ komponen sistem instruksional’’ yang diharapkan dapat membantu kemudahan kegiatan belajar yang bersifat formal dan mempunyai tujuan tertentu, dan (b) sumber yang dimanfaatkan yaitu sumber-sumber yang  tidak secara khusus didesain untuk keperluan pembelajaran namun dapat di temukan , diterapkan, dan di gunakan untuk keperluan belajar.
Konsep Sistem Intrusional (KSI) (untuk teknologi Intruksional ) yaitu sumber-sumber belajar yang disusun terlebih dahulu dalam proses desain atau pemilihan dan pemanfaatan, dan dikombisikan menjadi sistem Intruksional yang lengkap, untuk mewujudkan terlaksananya proses belajar yang bertujuan dan terkontrol. 

D.Fungsi & Peran Teknologi Pendidikan
Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) memiliki beberapa fungsi utama yang di gunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu meliputi ;
1.Tekonologi berfungsi sebagai alat (tool), yaitu alat siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah data , mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat data base, membuat program administrative untuk siswa, dan staf, data kepegawaian, keuangan, dan sebagainya.
2.Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai bagiaan dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa, misalnya dalam pembelajaran di sekolah sesuai pembelajaran TIK sebagai ilmu pengetahuan yang harus dikuasai siswa kompetensinya.
3.Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebuah kompetensi yang  melalui computer.
Peran dan Fungsi teknologi informasi dalam konteks yang lebih luas, yaitu dalam manajemen dunia pendidikan, beradasarkan studi tentang tujuan pemanfaatan TI di dunia pendidikan terkemuka di Amerika, Alvi dan Gallupe (2003) menemukan beberapa tujuan pemanfaatan TI, yaitu:
a)Memperbaiki competitive positioning
b)Meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran
c)Meningkatkan pendapatan
d)Mengurangi biaya operasi dan mengembangkan produk dan layanan baru. 

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Teknologi pendidikan merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia. 
Sejarah Perkembangan Teknologi Pendidikan pada tahun 1920-an sebagai awal teknologi pendidikan. Pembahasan diawali dengan adanya gerakan serta definisi formal pertama yang berhubungan dengan teknologi pendidikan, yaitu pengajaran visual. 
Kemudian dari pembelajaran visual ke pembelajaran audio visual yang memberikan tekanan pada pengalaman konkrit atau non-verbal dalam proses belajar. Kemudian dari pembelajaran audiovisual ke teori komunikasi, kemudian dari pembelajaran auddiovisual ke konsep sistem awal, kemudian komunikasi audiovisual: perpaduan komunikasi dan konsep sistem awal, kemudian peralihan dari stimuli ke perilaku dan penguatan, kemudian pemanfaatan peralatan, kemudian dari presentasi  bahan ke mesin  pengajar dan pembelajaran terprogram.
Proses analisis masalah, dan mencari jalan pemecahan, mengimplementasikan/ pelaksanaan dan mengevaluasi pemecahan disebut sebagai Fungsi pengembangan pendidikan dalam bentukRiset-Teori, desain, Produksi, Evaluasi-seleksi, Logistik, dan Pemanfaatan dan Penyebarluasan. Proses pengarahan atau koordinasi satu atau lebih fungsi ini diindentifkasi sebagai Fungsi Pengelolaan Pendidikan meliputi Pengelolaan Organisasi dan Pengelolaan Personal.
Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) memiliki beberapa fungsi utama yang di gunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu meliputi ;
1.Tekonologi berfungsi sebagai alat (tool), 
2.Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). 
3.Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). 

B.Saran
Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta wawasan pembaca. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari kata sempurna, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar lebih baik kedepannya dalam penulisan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA
Setijadi. 1986. Definisi Teknologi Pendidikan. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Yuberti. 2015. Dinamika Teknologi Pendidikan. Bandar Lampung: LP2M.

http;//khoirulanwar1.blogspot.com/2017/03/konsep-dasar-tekonologi-pendidkan.html?m=1. Diakses pada tgl 26-2-19 jam 19;34.
http;//khoirulanwar1.blogspot.com/2017/03/konsep-dasar-tekonologi-pendidkan.html?m=1. Diakses pada tgl 26-2-19 jam 19;34.

PEMANFAATAN MEDIA DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PEMANFAATAN MEDIA DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Teknologi Pendidikan
Dosen Pengampu : Turno, M.Pd.


Disusun oleh :
1. Dina Habibah Kuniati (2117351)
2. M. Malik Nabil Ali (2117328)
3. Shulkha Mufida (2117079)


Kelas L

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
IAIN PEKALONGAN
2019




BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Proses belajar mengajar seringkali dihadapkan pada materi yang abstrak dan diluar pengalaman siswa. sehingga siswa sulit memahami materi yang diajarkan oleh guru dan terkadang gurupun sulit untuk mengajarkan bahan ajar kepada murid. Dalam hal ini media berperan untuk menjadikan pembelajaran dikelas menjadi menyenangkan dan kondusif. Penggunaan media yang tepat mampu merangsang peserta didik memiliki semangat belajar. Penggunaan media dalam pembelajaran lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran tanpa media. Pada pembelajaran yang menggunakan media siswa dapat mendemontrasikan atau mensimulasikan materi yang didapatkan. Sehingga materi yang diterima siswa dapat masuk dalam dirinya yang mana siswa tersebut mampu menerapkannya dalam kehdupan sehari-hari. Disinilah guru memliki tugas untuk memodifikas antara materi ajar dan media pembelajaran.

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari makalah ini antara lain,
1. Apa pengertian dan kegunaan media pembelajaran?
2. Apa saja prosedur dalam memilih media?
3. Bagaimana keefektivan penggunaan media dalam pembelajaran PAI?

C. TUJUAN
Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah :
1. Mengerti dan memahami media pembelajaran dan kegunaannya
2. Dapat memilih dan menggunakan media pendidkan secara tepat.
3. Dapat menggunakan media pendidikan secara efektif dalam pembelajaran PAI

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN DAN KEGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
Kata media berasal dari bahasa Latin dan jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medòë perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Association of Education and Communication Technology (AECT) di Amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
Sedangkan menurut Briggs media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar misalnya buku, film, kaset, film bingkai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari guru kepada murid sehingga terjadi sebuah proses pembelajaran.  Adapun kegunaan dari media pembelajaran antara lain,
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera
c. Penggunaan media pendidikan yang tepat dan bervariasi mampu mengatasi sikap pasif perserta didik.
d. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya.
e. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.
f. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, yaitu guru, bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa, dan tujuan pembelajaran.
Media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan berjalan dengan optimal. Sehingga seorang guru harus mengetahui karakteristik dan kemampuan masing-masing media agar dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Adapun kontribusi media pembelajaran menurut Kemp dan Dayton antara lain,
a. Penyampaian pesan pembelajaran lebih berstandar
b. Pembelajaran lebih menarik
c. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
d. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
e. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
f. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
g. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran
h. Peran guru mengalami perubahan ke arah yang positif.
Media memiliki dua peranan penting dalam pembelajaran yaitu, media sebagai sebagai alat bantu mengajar atau dependent media dan media sebagai sumber belajar yang digunakan sendiri oleh peserta didik secara mandiri atau disebut independent media. 

B. KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
Berikut beberapa klasifikasi dari media pendidikan menurut Wilbur Schramm, Gagne, Allen, Gerlach dan Ely, Ibrahim, Edgar Dale, serta Heinich dkk, sebagai berikut,
a. Menurut Schramm media dikelompokkan menurut kemampuan daya liputannya yaitu, pertama, liputan luas dan serentak seperti TV, radio, facsmile. Kedua, liputan terbatas pada ruang seperti film video, slide, poster, audio tape. Ketiga, media ntuk belajar individual seperti buku, modul, program belajar dengan komputer dan telepon.
b. Menurut Gagne media diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok, yaitu benda yang didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar bergerak, film bersuara dan mesin belajar.
c. Menurut Allen media dikelompokkan menjadi sembilan yaitu, visual diam, film, televisi, obyek tiga dimensi, rekaman, pelajaran terprogram, demonstrasi, buku teks cetak, an sajian lisan.
d. Menurut Gerlach dan Ely, media dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri fisiknya yaitu, benda sebenarnya, presentasi verbal, presentasi grafis, gambar diam, gambar bergerak, rekaman suara, pengajaran terprogram dan simulasi.
e. Menurut Ibrahim media dikelompokkan berdasarkan ukuran serta kompleks tidaknya alat dan perlengkapannya yaitu, media tanpa proyeksi dua dimensi, media tanpa proyeksi tiga dimensi, media audio, dan media proyeksi.
f. Menurut Edgar Dale media diklasifikasikan berdasarkan pengalaman belajar yang akan diperoleh peserta didik yaitu, pengalaman belajar langsung, pengalaman belajar yang dapat dicapai melalui gambar, dan pengalaman yang bersifat abstrak. Klasifikasi ini sering dikenal dengan sebutan kerucut pengalaman.
g. Menurut Heinich dan kawan-kawan mengklasifikasikan media berdasarkan bentuk fisiknya, yaitu media yang tidak diproyeksikan, media yang diproyeksikan, media video, media berbasis komputer, dan multimedia kit.
Berdasarkan pengklasifikasian media pembelajaran tersebut akan mempermudah para guru atau praktisi lainnya dalam melakukan pemilihan media yang tepat pada waktu merencanakan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Pemilihan media yang disesuaikan dengan tujuan, materi, serta kemampuan dan karakteristik pembelajaran akan sangat menunjang efisiensi dan efektivitas proses dan hasil pembelajaran.

C. MODEL ATAU PROSEDUR PEMILIHAN MEDIA
Menurut profesor Ely pemiliham media sebaiknya tidak terlepas dari konteksnya bahwa media merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Meskipun isi dan tujuannya telah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbangkan. Berikut sedikit akan dijelaskan mengenai kriteria pemilihan media yaitu,
1. Hubbard menyebutkan sembilan kriteria antara lain, biaya, ketersediaan fasilitas pendukung, kecocokan dengan ukuran kelas, keringkasan,kemampuan untuk diubah, waktu dan tenaga penyiapan, pengaruh yang ditimbulkan, kerumitan dan kegunaan.
2. Thorn mengusulkan enam kriteria yaitu, kemudahan navigasi, kandungan kognisi, pengetahua dan presentasi informasi, integrasi media, memiliki tampilan yang artistik, dan yang terakhir adalah fungsi secara keseluruhan.
Adapun model atau prosedur dalam pemilihan media yaitu sebagai berikut,
a. Model flowchart yang mengunakan sistem pengguguran dalam pengambian keputusan pemilihan.
b. Model matriks yang menangguhkan proses pengambilan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi.
c. Model checklist yaitu menangguhkan keputusan pemilihan sampai semua kriterianya  dipertimbangkan.

D. JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Ada banyak sekali jenis media yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran misalnya media nonproyeksi, proyeksi, media yang berbasis audio dan audio visual, media berbasis komputer dan media yang berbasis internet. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis media tersebut.
 1. Media nonproyeksi
Media ini sering disebut sebagai media pameran atau displayed media. Golongan media nonproyeksi antara lain,
a. Relia, yaitu benda nyata yang digunakan sebagai bahan ajar. Ciri media relia adalah benda asli yang masih berada dalam keadaan utuh dapat dioperasikan, hidup, dalam ukuran yang sebenarnya dan dapat dikenali sebagaimana wujud aslinya. Selain itu relia dapat dimodifikasi dengan tiga cara antara lain, cutaways (potongan), specimen (contoh), exhibit (pameran).
b. Model. Tidak semua benda nyata dapat digunakan sebagai media relia karena keterbatasan penyediaannya alternatifnya pemanfaatan media yang menyerupai relia adalah model. Penggunaan model sebagai media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk mengatasi kendala pengadaan relia seperti harga yangtingg atau bendayang sulit digunakan sebagai relia. Model dapat ditampilkan dalam wujud sederhana untuk mempermudah proses kegiatan pembelajaran.
c. Bahan grafis. Sebuah media grafis yang membutuhkan biaya relatif rendah atau bahkan tidak memerlukan biaya sama sekali. Jenis media grafis antara lain, gambar diam, sketsa, diagram, grafik, charts, dan poster.
d. Papan display. Gambar yang kadangkala tidak diroyeksikan membutuhkan tempat mendisplay atau memajang. Papan untuk mendisplay antara lain, papan tulis, whiteboards, copyboards, dan bulletin boards, yang mana dapat digunakan sesuai kebutuhan.

2. Media proyeksi
Media yang tergolong sebagai media proyeksi adalah overhead transparansi (OHT), slide, filmstrip, dan opaque. Media tersebut diproyeksikan mengunakn alat khusu yang dinamakan projektor. Namun seiring dengan perkembangan teknologi komputer dan video dapat diproyeksikan dengan menggunakan peralatan khusus yaitu LCD.

3. Media audio dan audiovisual
Media audio merupakan media yag sangat fleksibel, relatif murah, praktis dan ringkas serta mudah dibawa. Misalnya penggunaan media audio untuk pelajaran bahasa, kita bisa membandingkan pengucapan kita dengan pengucapan yang ada pada kaset. Bentuk penyajian audio kaset dapat dikembangkan menjadi media yang tidak hanya didengar namun juga dapat dilihat.
Apa yang didengar dan dilihat berkaitan satu sama lain dan saling menguatakan atau lebih dikenal dengan sebutan terintegrasi. Sesuatu yang dapat dapat dilihat tersebut disesuaikan dengan apa yang didengar misalnya berupa media cetak seperti gambar, grafis, peta, foto, diagram, tabel dan lain sebagainya. Informasi yang didapat dari pendengaran dan penglihatan mampu memperkuat informasi yang didapat oleh siswa.
Media audiovisual memiliki unsur gerakan dan suara, video dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar pada berbagai bidang studi. Kemampuan video untuk memanipulasi waktu dan ruang dapat mengajak peserta didik melalang buana kemana saja walau dibatasi dengan ruang kelas. Pengajar dapat memilih program-program yang sesuai dengan materi pelajaran, menyaksikan bersama diruang kelas kemudian mendiskusikannya.

4. Media berbasis komputer
Sistem komputer dapat menyampaikan pembelajaran secara individual dan langsung kepada para siswa dengan cara berinteraksi dengan mata pelajaran yang diprogramkan ke dalam sistem komputer, inilah yang disebut dengan pembelajaran berbasis komputer.  Penggunaan media perlu memperhaikan beberapa teknik agar dapat digunakan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran.
Arief S. Sadiman dalam bukunya mengatakan bahwa ditinjau dari proses dan kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan dalam dua jenis yaitu, media yang dimanfaatkan atau digunakan oleh guru, yaitu media yang sudah ada dipasaran dalam keadaan siap pakai atau siap digunakan oleh guru (media by utilization) dan media yang sengaja didesain atau dirancang oleh guru secara khusus untuk keperluan dan tujuan pembelajaran tertentu. Dari pernyataan tersebut dapat dikategorikan bahwa komputer merupakan media yang sengaja didesain sehingga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan, merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. Multimedia berbasis komputer ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi untuk melatih keterampilan atau kompetensi tertentu misanya, penggunaan simulator kokpit pesawat terbang yang memungkinkan peserta didik dalam akademi penerbangan dapat berlatih tanpa menghadapi resiko jatuh.
Multimedia kit, dapat diartikan sebagai paket bahan ajar yang terdiri dari beberapa jenis media yang digunakan untuk menjelaskan suatu topik atau materi tertentu, yang dilengkapi dengan study guide, lembar kerja dan modul. Multmedia kit dapat juga digunakan langsung oleh peserta didik baik secara berkelompok maupun individual dalam melakukan eksperimen mengenai prinsip dan mekanisme kerja suatu benda. Tujuan utama penggunaan multimedia kit yaitu, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamai secara langsung dan melakukan eksperimen, meningkatkan rasa ingin tahu, dan memberikan suatu keputusan terhadap apa yeng telah diuji cobakan.  

5. Media berbasis internet
Jaringan komputer telah memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih luas, lebih interaktif dan lebih fleksibel. Peserta didik dapat melakukan proses belajar tanpa dibatas oleh ruang dan waktu, artiny jika ada fasilitas jaringan, peserta didik dapat melakukan proses belajar dimana dan kapan saja. Kelebihan adanya jaringan komputer adalah adaya kemungkinan bagi peserta didik untuk melakukan interaksi dengan peserta didik, dan dengan pengajar diluar ruang kelas.
Saat ini tekonologi internet telah memungkinkan setiap orang memperoleh akses yang lebih besar terhadap beragam informasi yang tersedia. Tekonologi ini telah dimanfaatkan secara luas mulai dari tingkat penddikan dasar samapi pada jenjang yang lebih tinggi. Pemanfaatan komputer tersebut daat digunakan secara bervariasi, pebelajaran dapat dlakukan secara penuh melaui komputer, namun dapat pula dikombinasikan dengan tatap muka  yang telah menjadi bagian dari proses pembelajaran.
E-learnng merupakan proses dan kegiatan penerapan pembelajaran berbasis web (web based learning), pembelajaran berbasis komputer, kelas virtual dan atau kelas digtal. Materi-materi dalam pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui media internet, intranet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, TV interaktif serta CD-ROM. Adapun karakteristk dari e-learning yaitu, interaktivitas, kemandirian, aksesbilitas, dan pengayaan.  

E. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PAI DENGAN MEDIA
Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran pokok dari sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik mulai dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi. Pendidikan Agama Islam merupakan suatu usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam, dari sumber utamanya kitab suci Alquran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.  Alasan penggunaan teknologi informasi sangat bepengaruh dalam mencapai tujuan pembelajaran PAI antara lain,
a. Membantu memotivasi peserta didik untuk belajar secara lebih menyenangkan
b. Memustkan peserta didik berperan aktif dalam pembelajarannya karena peserta ddik dapat belajar sesuai tahap kemampuan sendiri dan dapat mengulangi materi yang ingin dipelajari beberapa kali sampai mereka paham.
c. Membolehkan peserta didik memperoleh informasi secara lebih mudah
d. Menyediakan peluang belajar secara penemuan dan menjadikan peserta didik lebih mandiri
e. Peserta didik belajar lebih spontan, lebih natural dan berkesan berdasarkan model yang disukainya
f. Menggabungkan berbagai media teknologi dapat mengembangkan pengalaman peserta didik dengan menelaah pembelajaran sendiri dan tidak hanya menunggu untuk memperoleh informasi secara pasif.

Adapaun lima tahap penggunaan teknologi seperti komputer akan mempengaruhi perkembangan Pendidikan Agama Islam yaitu,
a) Memperluas ruang lingkup paradigma ilmu pendidikan Islam, baik dinegara Islam maupun bukan Islam.
b) Mewujudkan integrasi pendidikan Islam dengan pendidikan modern dan juga dengan bidang-bidang lainya seperti sains, ekonomi, sosial dan bidang profesional lainnya.
c) Menggunakan dan mengeksploitas semua bentuk teknologi yang ada secara positif untuk menjadikan pendidikan Islam sebagai dasar pengkajian ilmu pendidikan atau ilmu lainnya
d) Mewujudkan suatu rangkaian pendidikan Islam sedunia
e) Membina konsep ketauhidan ilmu

Dalam proses pembelajaran, menggunakan media merupakan hal yang harus dilakukan, agar proses pembelajaran berjalan secara mengasyikkan. Hal tersebut dikarenakan mengajar merupakan usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku melalui melalui pengalaman-pengalaman. Baik pengalaman langsung maupun tidak langsung. Pengalaman langsung adalah pengalaman yang diperoleh melalui aktifitas sendiri pada situasi yang sebenarnya. Misalnya memberikan pengalaman pelaksanaan wudhu, sholat berjamaah, manasik haji, maka guru menyediakan tempat dan membimbingnya. Atau mungkn juga pengalaman langsung untuk mempelajari objek atau bahan yang dipelajarinya misalnya, melihat dan mempelajar candi borobudur, pengalaman melihat ka’bah dan lain sebagainya.


BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari guru kepada murid sehingga terjadi sebuah proses pembelajaran. Adapun kegunaan dari media pembelajaran antara lain,
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera
c. Penggunaan media pendidikan yang tepat dan bervariasi mampu mengatasi sikap pasif perserta didik.
d. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya.
e. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.
f. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, yaitu guru, bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa, dan tujuan pembelajaran.
Adapun model atau prosedur dalam pemilihan media yaitu sebagai berikut,
1. Model flowchart yang mengunakan sistem pengguguran dalam pengambian keputusan pemilihan.
2. Model matriks yang menangguhkan proses pengambilan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi.
3. Model checklist yaitu menangguhkan keputusan pemilihan sampai semua kriterianya  dipertimbangkan
Keefektivan pembelajaran PAI dapat dilihat dari tingkah laku peserta didik, apakah materi yang diterima itu dapat diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran PAI menggunakan media dapat berjalan lebih efektif dikarena siswa berperan aktif dalam pembelajaran tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 2016. Media Pembelajaran.Yogyakarta: Gava Media.
Gunawan, Heri. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran Agama Islam. Bandung: Alfabeta.
Hamzah, dan Nina Lamatenggo. 2011. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Idris. 2015. “Efektivitas Penggunaan Teknologi nformasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”, Potensia. Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2015.
Rusman, dkk, 2013. Pembelajaran Berbasis Teknologi informasi dan Komunikasi, Jakarta: Rajawali Pers.
Sadiman, Arief S. Dkk. 2007. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.


PERANAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PERANAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Makalah
Disusun guna memenuhi tugas matakuliahTeknologi Pendidikan
Dosen Pengampu: TurnoM.Pd


Disusun Oleh :Kelompok 4
1. Mutiara Hafidzha(2117035)
2. Vina Milatul Azka (2117324)
3. Laely Ulfa             (2117385)
4. Rizkiana                (2117348)
Kelas : L





PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH dan ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
2019



KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat hidayah dan karunia nya sehingga Makalah ini dapat diselesaikan. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., sahabatnya, keluarganya, dan umatnya hingga akhir zaman.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Pendidikan. Penulis sudah berusaha untuk menyusun makalah ini sebaik mungkin. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan mohon maaf sebesar-besarnya, serta menerima kritik dan saran dari pembaca guna penyempurnaan penulisan makalah mendatang. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Turno M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Teknologi Pendidikan yang telah memotivasi dan membimbing kami selama perkuliahan berlangsung. Dan Semoga, makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Pekalongan, 28 Maret 2019
                              

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di era globalisasi saat ini tidak bisa dihindari lagi terhadap dunia pendidikan. Tuntutan global menuntut dunia pendidikan untuk selalu dan senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaannya bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Teknologi informasi merupakan perkembangan sistem informasi dengan menggabungkan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi.
Teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan apabila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan. Oleh karena itu peranan teknologi dalam bidang pendidikan dapat membuat lebif efisien dan banyak manfaat.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kualitas pembelajaran?
2. Bagaimana teknologi pendidikan dalam pembelajaran?
3. Apa saja macam-macam teknologi pendidikan?
4. Bagaimana pemanfaatan teknologi pendidikan?
5. Bagaimana Peran Teknologi Informasi dan Komputer Dalam Dunia Pendidikan ?
C. Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui dan memahami tentang kualitas pembelajaran
2. Untuk mengetahui dan memahami teknologi pendidikan dalam pembelajaran
3. Untuk mengetahui dan memahami macam-macam teknologi pendidikan
4. Untuk mengetahui dan memahami pemanfaatan teknologi pendidikan
5. Untuk mengetahui dan memahami peran teknologi informasi dan komputer dalam dunia pendidikan

BAB II
                PEMBAHASAN

A. KualitasPembelajaran
Pembelajaran adalah suatu usaha yang disengaja, bertujuan dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan yang relatif menetap pada diri orang lain. Pembelajaran tidak harus diberikan oleh pengajar. Karena kegiatan itu dapat dilakukan oleh perancang dan pengembang sumber belajar, misalnya seorang teknologi pembelajaran atau suatu tim terdiri dari ahli media dan ahli materi ajaran tertentu.
Istilah “kualitas” mengandung banyak rujukan. Beberapa diantara rujukan itu adalah kesesuain dengan standar tertentu, kesesuaian dengan kebutuhan tertentu, kesepadanan dengan karakteristik dan kondisi tertentu, keselarasan dengan tuntutan zaman, ketersediaan pada saat yang diperlukan, keterandalan dalam berbagai kondisi, daya tarik yang tinggi, dan sebagainya.
Pembelajaran yang efektif adalah yang menghasilkan belajar yang bermanfaat dan bertujuan kepada para mahasiswa melalui pemakaian prosedur yang tepat.Wotruba and Wright (1975) berdasarkan pengkajiannya atas sejumlah penelitian, mengidentifikasi tujuh indikator yang menunjukan pembelajaran yang efektif. Indikator itu adalah:
1. Pengorganisasian kuliah dengan baik
2. Komunikasi secara efektif
3. Penguasaan dan antusiasme dalam mata kuliah
4. Sikap positif terhadap mahasiswa
5. Pemberian ujian dan nilai yang adil
6. Keluwesan dalam pendekatan pengajaran, dan
7. Hasil belajar mahasiswa yang baik
B. Teknologi Pendidikan dalam Pembelajaran
Teknologi pendidikan membantu memecahkan masalah belajar. Masalah belajar itu ada yang bersifat mikro maupun makro. Beberapa masalah belajar-mengajar mikro yang yang ada, misalnya:
1. Sulit mempelajari konsep yang abstrak
2. Sulit membayangkan peristiwa yang telah lalu
3. Sulit mengamati sesuatu objek yang terlalu kecil/besar
4. Sulit memperoleh pengalaman lansung
5. Sulit memahami pelajaran yang diceramahkan
6. Sulit untuk memahami konsep yang rumit
7. Terbatasnya waktu untuk belajar
Masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan berbagai kombinasi komponen sistem pembelajaran. Misalnya, masalah pada butir 1 s/d 4 dapat diatasi dengan digunakannya media pembelajaran. Masalah tersebut pada butir 5 s/d 7 dapat diatasi dengan mengombinasikan pesan dengan teknik pembelajaran tertentu. Namun, perlu ditegaskan bahwa usaha pemecahan masalah ini tidak mungkin dilakukan hanya dengan dasar intuisi ataupun peniruan begitu saja. Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus untuk keperluan itu, yaitu di bidang teknologi pendidikan.
Dalam skala makro, yaitu yang meliputi seluruh sistem pendidikan, terdapat masalah belajar seperti belum cukupnya kesempatan belajar yang merata pada SLTP, terbatasnya kualitas pendidikan yang ditandai antara lain dengan rendahnya produktivitas belajar, belum sesuai dan sepadanya pendidikan sekolah dengan dunia sekitar khususnya dunia kerja dan belum sesuai dengan perkembangan IPTEK. Masalah kurangnya kesempatan untuk belajar misalnya, diusahakan pemecahannya dengan menciptakan suatu sistem pembelajaran yang inovatif melalui pelaksanaan semua fungsi pengembangan dan pengelolaan. Hasil penciptaan itu berupa anatara lain SMP Terbuka dan Universitas Terbuka.
C. Macam-macam Teknologi Pendidikan
Pengalaman dengan alat teknologi pendidikan membuktikan bahwa dalam proses belajar mengajar guru tetap memegang peranan penting. Macam-macam teknologi pendidikan menurut Davies yang dikutip oleh Nasruddin Hasibuan ada tiga , yaitu:
1. Teknologi pendidikan satu
Teknologi pendidikan satu yaitu mengarah pada perangkat keras seperti proyektor, laboratorium, komputer (CD ROM, LCD, TV, Video dan alat elektronik lainnya).
2. Teknologi pendidikan dua
Teknologi pendidikan dua mengacu pada “perangkat lunak” yaitu menekankan pentingnya bantuan kepada pengajaran. Terutama sekali dalam kurikulum, dalam pengembangan instruksional, metodologi pengajaran, dan evaluasi.
3. Teknologi pendidikan tiga
Teknologi pendidikan tiga, yaitu kombinasi pendekatan dua teknologi yaitu “perangkat keras” dan “perangkat lunak”. Teknologi pendidikan tiga, orientasi utamanya yaitu ke arah pendekatan sistem, dan sebagai alat meningkatkan manfaat dari apa yang ada disekitar.
Menurut pendirian tertentu alat pengajaran yang lazim disebut hardware itulah dipandang sebagai teknologi pendidikan. diantaranya ada yang menganggap bahwa alat-alat seperti papan tulis, peta, diagram, dan sebagainya termasuk teknologi pendidikan, akan tetapi ada pula yang memandang sebagai teknologi pendidikan hanya yang serba elektronik saja.
Di dalam teknologi terdapat peralatan elektronika yang terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) serta segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan pemindahan informasi antarmedia. Teknologi mencakup sistem-sistem komunikasi seperti film, komputer, internet, dan lain sebagainya.Semua model teknologi ini dapat digunakan sebagai alat atau media dalam menghasilkan informasi atau sejumlah data yang bermakna dan bermanfaat, terutama bagi penggunanya.
1) Film
Film pendidikan sekarang telah sangat berkembang dinegara-negara maju. Telah banyak terdapat perpustakaan film yang meminjamkan film tentang segala macam topik dalam tiap bidang studi. Beberapa keuntungan film ialah:Film sangat baik menjelaskan suatu proses, bila perlu dengan menggunakan “slow motion”.
a. Tiap murid dapat belajar sesuatu dari film, yang pandai maupun yang kurang pandai.
b. Film sejarah dapat menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat.
c. Film dapat membawa anak dari negara yang satu ke negara yang lain dari masa yang satu ke masa yang lain.
d. Film dapat diulang bila perlu untuk menambah kejelasan.
2) Filmstrip dan Slide
Filmstrip dan slide dipelihatkan kepada murid-murid dengan menggunakan proyektor. Yang dilihat adalah gambar “mati” jadi bukan gambar hidup seperti film. Gambar itu dapat berupa foto, tabel, diagram karton, reproduksi lukisan, dan sebagainya. Kecepatan memperlihatkan filmstrip atau slide dapat diatur oleh guru dan bergantung pada banyak komentar yang diberikannya tentang tiap gambar.
3) Overhead Projector
Overhead projector dapat memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada lembaran plastik transparan. Guru dapat membuat tulisan, catatan atau gambar pada lembaran transparan itu seperti yang dapat dilakukannya pada papan tulis. Overhead projector dapat digunakan tanpa menggelapkan ruangan.
4) Tape Recorder
Alat ini sangat serasi untuk digunakan dalam pelajaran bahasa. Laboratorium bahasa menggunakan tape recorder.Keuntungan tape recorder, antara lain:
a. Murid dapat mendengarkan kembali apa yang diucapkan atau dibicarakan agar dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan.
b. Dengan tape recorder dapat diketahui kemajuan anak dalam aspek-aspek bahasa seperti lafal, kelancaran berbicara susunan kalimat dan sebagainya bila dibandingkan kemampuan anak sebelum dan sesudah.
c. Tape recorder dapat digunakan dalam interview atau untuk merekam pelajaran atau ceramah orang ahli dan lain-lain.
d. Untuk pelajaran seni suara tape recorder mempunyai banyak kegunaan.
5) Siaran dalam Proses Pendidikan
Berikut ini ada beberapa alasan mengapa perlu menggunakan siaran radio dan telivisi:
a. Siaran dapat membawa dunia luar kedalam kelas yang menyamai pengalaman langsung.
b. Siaran merupakan sumber informasi yang paling mutakhir dalam bentuk yang mudah dipahami, disamping buku, film, gambar, dan lain-lain.
c. Siaran menciptakan suasana yang menyenangkan, merangsang dan membangkitkan ide-ide baru.
d. Siaran dapat memberi informasi yang tidak segera dapat diberikan oleh guru atau tak dapat disajikannya dalam bentuk yang dapat menyamai siaran itu.
e. Cara penyajian oleh siaran sangat hidup, menarik dan mengundang keterlibatan anak dalam peristiwa-peristiwa yang diperlihatkan.
f. Siaran dapat menyampaikan hal-hal yang tidak dapat disajikan oleh guru seperti musik, bentuk-bentuk kebudayaan, kesenian dan sebagainya.
g. Siaran dapat mengembangkan kesanggupan dan ketrampilan teknik untuk melihat dan mendengarkan.
6) Close Circuit Television (CCTV)
Dinegara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Jepang, dan lain-lain CCTV telah merupakan alat pendidikan yang banyak digunakan disekolah maupun di perguruan tinggi. CCTV mempunyai potensi yang sama seperti film dan TV, akan tetapi dapat menyesuaikan program dengan kebutuhan sekolah. Tentu saja mutu program baik isi maupun penyelenggaraan, tidak dapat menyamai siaran TV nasional maupun TV komersial yang sanggup mempekerjakan ahli-ahli dalam bidang materi pendidikan maupun penyiaran.
7) Laboratorium Bahasa
Laboratorium bahasa merupakan variasi mesin mengajar yang juga menggunakan sejumlah alat audio-visual lainnya misalnya tape recorder, filmstrip, pelajaran berprogama dan sebagainya.Dengan ini anak-anak dapat belajar sendiri dan bila absen beberapa waktu dapat melanjutkannya tanpa terikat pada kemajuan murid-murid lain. Jadi dengan laboratorium bahasa setiap murid dapat belajar secara individual menurut kecepatan masing-masing dan bila perlu mendapat bantuan dari guru secara pribadi.
8) Komputer
Komputer adalah hasil teknologi modern yang membuka kemungkinan-kemungkinan yang besar alat pendidikan. “Computer Assisted Instruction” (CAI) telah dikembangkan akhir-akhir ini dan telah membuktikan manfaatnya untuk membantu guru dalam mengajar dan membantu murid dalam belajar.Komputer sebagai alat pelajaran (CAI) mempunyai sejumlah keuntungan:
a. Ia dapat membantu murid dan guru dalam pelajaran.
b. CIA memiliki banyak kemampuan yang dapat dimanfaatkan segera seperti membuat hitungan atau memproduksi grafik, gambaran dan memberikaan macam-macam informasi yang tak mungkin dikuasai oleh manusia siapapun.
c. CAI sangat fleksibel dalam mengajar dan dapat diatur menurut keinginan penulis pelajaran atau penyusunan kurikulum.
d. CAI dan mengajar leh guru dapat saling melengkapi. Bila komputer tidak dapat menjawab pertanyaan murid sendirinya guru akan menjawabnya.
e. Selain itu komputer dapat pula menilai hasil setiap pelajar dengan segera.
Pada masa sekarang aplikasi komputer terus berkembang, bahkan pemakai komputer (user) dapat melakukan interaksi langsung dengan sumber informasi, baik secara online maupun offline.Melalui komputer peserta didik dapat menjalankan aplikasi program-program yang didukung juga oleh fasilitas penunjang lainnya yang berkembang saat ini, seperti internet. Melalui aplikasi program ini, peserta didik akan memperoleh informasi yang mudah tentang materi pembelajarannya.
9) Internet
Internet adalah jaringan komputer (interconnected network) di seluruh dunia yang berisikan informasi dan juga merupakan sarana komunikasi data atau suara, gambar, video dan teks. Internet juga sudah menjadi suatu pilihan dalam menyampaikan program-program pembelajaran.Para akademisi merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan kemunculan internet. Berbagai bahan referensi, jurnal, buku, dan hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang sangat banyak. Para guru dan peserta didik tidak lagi harus mengumpulkan buku-buku di perpustakaan sebagai bahan untuk proses pembelajaran, melainkan mereka cukup memanfaatkan search engine, sehingga materi-materi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat. Selain menghemat tenaga dan biaya dalam proses pencariannya, materi-materi yang dapat ditemui di internet cenderung lebih terkini (up to date).
Jaringan internet juga menyediakan beberapa aplikasi yang dapat digunakan oleh pemakai intenet yaitu, E-Mail/Massaging; Mailing List; File Transfer Protokol (FTP); Ghoper; Telnet; Talk, Chat dan Iphone; World Wide Web (WWW); dan Game Online.  Berbagai aplikasi ini perlu diketahui dan digunakan oleh guru dan peserta didik dalam hal positif atau sebagai sumber pembelajaran. Artinya, internet dapat memberikan informasi yang sifatnya mendidik, positif dan bermanfaat bagi manusia dalam proses pembelajaran.
Internet juga dapat digunakan untuk pembelajaran secara on-line.Pembelajaran on-line seperti sistem virtual dapat digunakan dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Sistem virtual ini telah mengubah konsep pembelajaran menjadi lebih menimbulkan rangsangan dan memberikan berbagai kemudahan. Peserta didik dapat masuk ke kelas virtual dengan mengakses internet dan membuka Website dari mata pelajaran yang ditawarkan. Seterusnya mereka dapat berkomunikasi dengan guru melalui mel elektronik untuk mendapatkan  berbagai penjelasan tentang materi pembelajaran.
D. Pemanfaatan Teknologi Pendidikan
Pemanfaatan teknologi dan media secara umum yaitu untuk dukungan tambahan selama pengajaran yang berpusat pada guru. Sedangkan pemanfaatan yang berpusat pada siswa memungkinkan para guru menggunakan waktu mereka untuk memeriksa dan memperbaiki masalah siswa, berkonsultasi dengan para siswa secara individual, dan mengajar secara satu persatu dalam kelompok kecil.
Pendidikan siswa mulai beralih dari menyediakan informasi bagi siswa, membuka pintu bagi mereka untuk menelusuri topik dan menciptakan pengalaman belajar penuh makna bagi mereka sendiri. Teknologi komputer telah dipadukan dalam proses ini. Implikasinya adalah bahwa para pendidik sedang beralih dari gagasan sekolah sebagai tempat untuk mendapatkan informasi menuju pandangan bahwa sekolah merupakan tempat untuk belajar bagaimana caranya belajar. Keuntungan yang ada pada komputer, diantaranya yaitu:
1. Individualisasi. Komputer memungkinkan para siswa mengendalikan laju dan urutan pembelajaran mereka lebih banyak kontrol atas hasil-hasil. Respons personal berkecepatan tinggi terhadap tindakan pembelajar menghasilkan laju penguatan yang tinggi.
2. Kebutuhan khusus. Komputer efektif untuk pemelajar khusus-siswa yang berisiko, siswa dengan latar belakang budaya beragam, dan siswa dengan ketidakmampuan. Kebutuhan khusus mereka bisa diakomodasi dan pengajaran berlangsung dalam kecepatan yang semestinya.
3. Pemantauan. Kemampuan komputer dalam menyimpan rekaman menjadikan pengajaran lebih terindividualisasi; guru bisa menyiapkan mata pelajaran individual untuk seluruh siswa (terutama siwa normal istimewa) dan memantau perkembangan mereka.
4. Manajemen informasi. Komputer bisa mencakup dasar pengetahuan yang terus tumbuh yang terkait dengan ledakan informasi. Mereka bisa mengelola seluruh jenis informasi, teks, grafis, audio, dan video. Lebih banyak informasi bisa disisihkan oleh guru dan siswa.
5. Pengalaman multisensorik. Komputer menyediakan beragam pengalaman bnelajar. Komputer bisa digunakan dalam berbagai strategi pengajaran dan bisa berada pada tingkat pengajara, perbaikan atau pengayaan dasar.
6. Partisipasi pembelajar. Ruang dari model ASSURE tercapai dengan materi komputer dan multimedia karena mereka mangharuskan para pembelajar untuk terlibat dalam kegiatan. Materi-materi ini membantu mempertahankan perhatian para siswa.
E. PeranTeknologiInformasidanKomputerDalamDuniaPendidikan
Globalisasitelahmemicukecenderunganpergeseranparadigmaduniapendidikandaripendidikantatapmuka yang konvensionalkearahpendidikan yang terbuka.Hal inidapatdidukungdenganperananteknologiinformasidalamduniapendidikan. Proses pembelajaran yang adasekaranginicebderunglebihmenekankanpada proses mengajar (teaching), berbasispadaisi (content base), bersifatabstrakdanhanyauntukgolongantertentu  (padaproses inipengajarancenderungpasif). Seiringperkembanganilmudanteknologi ICT, proses pembelajaranmulaibergeserpada proses belajar (learning), berbasispadamasalah (case base), bersifatkontekstualdantidakterbatashanyauntukgolongantertentu. Pada proses pembelajaransepertiinisiswadituntutuntuklebihaktifdenganmengoptimalkansumber-sumberbelajar yang ada.
Peranteknologiinformasidankomunikasidalampendidikandapatdikelompokkanmenjadi 7 aspekyaitu:
1. PeningkatanProduktivitas
Teknologiinformasidankomunikasitelahterbuktimampumelakukanpekerjaan yang berkaitandenganpengolahan data menjadiinformasidan proses penyaluran data menjadiinformasidan proses penyaluran data/informasitersebutdalambatasruangdanwaktu. Dalamduniapendidikanpeningkatanproduktivitasmelaluiteknologiinformasidapatdilakukansepertipadapermasalahan :Pengolahan kata (Word)  Pengolahangka (Spreetsheet)  Pengolahangambar (Graphic)  Pengolahsuaradan video  Pengolah data statistik
2. Alat Bantu (Media) Pembelajaran
a) Media PembelajaranInteraktifBerbasisKomputer
Salah satupemanfaatanteknologiinformasidankomunikasidalamduniapendidikanadalahpenggunaan media pembelajaraninteraktifberbasiskomputer multimedia.Kemampuankomputer yang semakinmeluasmenawarkanfasilitas multimedia dalamsatusistemuntukpenyajianmateripembelajaran.Layanan media pembelajarankonvensionaldalambentukpapantulis, tape recorder, OHP, Slide Projector, Movie Projector, sampaikealat-alatperagapraktikumdapatdiberikandengankualitas yang samaatausetidaknyamendekatidenganmenggunakansebuahkomputer. Kelebihanutamakomputeryaitumampumengintegrasikanberbagai media (teks, suara, gambar, animasi, video) dalamsatu media.Selainitukomputerjugamampumampumembawapermasalahandunianyata yang tidakmungkindihadirkan di kelasdengan media pembelajarankonvensionalmelaluitekniksimulasi.Komputerjugamampumengkonktitkanpermasalahan yang bersifatabstrak.
b) E-Learning
E-Learning merupakansalahsatubentukpendidikanjarakjauh yangmenggunakan media elektroniksebagai media penyampaianmateridankomunikasiantarapengajardenganpelajarnya menurut Goran pada tahun 1996.Pembelajaranberbasise-learningmemungkinkanpenyelenggaraan distance teaching baikitudalam mode synchronous atau asynchronous. Fasilitas-fasilitas yang ditawarkan E-Learning antaralain e-mail, discussion forums, video conferencing dan live lecture.
c) Forum Diskusi
Salah satupermasalahandalampembelajaranadalahmeningkatkankeaktifanmahasiswa.Berbagaiupayatelahdilakukanuntukmeningkatkankeaktifanmahasiswadiantaranyamelaluipenelitiantindakankelas, aturanakademik yang memasukkanunsurkeaktifandalampenilaian, presentasi di kelas, micro teaching danmetodelainnyatetapihasil yang didapatternyatamasihbelum optimal. Permasalahan di atasdapatdiatasidenganpengembangan forum diskusiberbasis web.
3. AksesInformasiPerkembanganteknologiinformasidankomunikasi yang sangatpesatmenuntutsemua orang untukdapatmengaksesinformasimelalui media yang ada.
Universitas Negeri Yogyakarta telahmengembangkansaranaaksesinformasike internet denganmenyediakanlayanan internet secara gratis bagidosen, karyawandanmahasiswa.Media yang digunakandapatmenggunakankabelatauWifi (Hotspot).Saranadanprasaranainiterbuktimemberikanpeningkatankualitaspendidikandanpembelajarandenganmeningkatknyaproduktivitasdosendanmahasiswa, prestasiakademikdan non akademikdosendanmahasiswa, pencapaianhibah (PHKI, Imhere, TIK, PGSD dll).
4. ManajemenPendidikan
Dalamhalmanajemenpendidikan, UNY telahmengembangkanbeberapasisteminformasi.   SIAKAD (SistemInformasiAkademik) Sisteminformasiakademikberbasis web saatinimerupakantuntutandalampenyelenggaraanpendidikankhususnya di perguruantinggi.   SIOLA (SistemInformasi Online Library) SIOLA atausisteminformasiperpustakaanmerupakandapatdigunakanuntukmengelolaperpustakaan. Proses transaksiperpustakaansekaranginidapatdilakukansecara online melalui internet denganalamat   SIPEN (SistemInformasiPenelitian) Sisteminformasipenelitianmerupakanmanajemeninformasiberkaitandengankegiatanpenelitiandanpengabdianpadamasyarakat. SIPEN dikembangkanuntukmemberikaninformasi yang uptodatemengenaipenelitiandanhasil-hasilnyasehinggadapatdipublikasikansecaraluas.
5. PenelitianKegiatan
penelitiansekaranginidapatmenggunakanteknologiinformasidalambentuk  E-survey  E-quisioneryAnalisis data  Dll
6. KerjaKolaborasiKerja
kolaborasimerupakankerjakelompokantarpengaksessisteminformasi yang ada di internet. Salah satusitus yang banyakdikembangkanuntukkeperluankerjakolaborasiadalah Wiki.
7. Hiburan (Musik, Video dan Games)
Teknologiinformasidankomunikasijugamendukungfasilitashiburan yang dapatberupa game, musikatau video yang dapatdiaksesolehpengguna.Hiburan yang dapatdiaksestentusajahiburan yang legal.



BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Teknologi pendidikan membantu memecahkan masalah belajar.Namun, perlu ditegaskan bahwa usaha pemecahan masalah ini tidak mungkin dilakukan hanya dengan dasar intuisi ataupun peniruan begitu saja. Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus untuk keperluan itu, yaitu di bidang teknologi pendidikan.
Pengalaman dengan alat teknologi pendidikan membuktikan bahwa dalam proses belajar mengajar guru tetap memegang peranan penting. Contohmengarah pada perangkat keras seperti proyektor, laboratorium, komputer (CD ROM, LCD, TV, Video dan alat elektronik lainnya). Selainitujugaterdapatperangkatlunak.
Pemanfaatan teknologi dan media secara umum yaitu untuk dukungan tambahan selama pengajaran yang berpusat pada guru. Sedangkan pemanfaatan yang berpusat pada siswa memungkinkan para guru menggunakan waktu mereka untuk memeriksa dan memperbaiki masalah siswa, berkonsultasi dengan para siswa secara individual, dan mengajar secara satu persatu dalam kelompok kecil
Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan dapat dikelompokkan menjadi 7 aspek yaitu : Peningkatan Produktivitas, Alat Bantu (Media) Pembelajaran, Akses Informasi Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, Manajemen Pendidikan, Penelitian Kegiatan, Kerja Kolaborasi, dan sebagai hiburan.
B. Saran
Kami berharapparapembacabisamemberikankritikdan saran yang membangunpadapenulis demi sempurnanyamakalahinidanpenulisanmakalah di kesempatan-kesempatanberikutnya.Semogamakalahinibergunabagipenuliskhususnyajugaparapembacaumumnya.


DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 2013. Peningkatan Kualitas Pendidikan Dan Pembelajaran Melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi Di Universitas Negeri Yogyakarta. Makalah. Yogyakarta: Prodising SENTIA.
Hasibuan,Nasrudin. (2015).Pengembangan Pendidikan Islam dengan Implikasi Teknologi Pendidikan. JurnalFitrah, 01(2): 2-3
Idris. (2015).EfektifitasPenggunaanTeknologiInformasi Dan KomunikasiDalamPembelajaranPendidikan Agama Islam.JurnalKependidikan Islam,1(2): 181-182
Miarso,Yusufhadi. 2004.Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta : Prenada Media.
Nasution, S. 2012.TeknologiPendidikan. Jakarta: PT BumiAksara.
Smaldino, Sharon E. 2011. Instructional Technology and Media for Learning. Jakarta : Kencana.

KEGUNAAN DAN CARA REFRESH KOMPUTER

  * REFRESH 90 persen dari pengguna sistem operasi Windows pasti pernah bahkan sering melakukan refresh dengan cara menekan tombol klik kan...